News
Call For Papers MULTIVERSA
2012-02-20
Kekerasan Politik: Tantangan Demokrasi Masyarakat Indonesia

Kekerasan politik yang terjadi di Indonesia merupakan sebuah isu umum yang belum terlalu disentuh oleh kalangan akademisi. Selama ini berbagai kalangan hanya mengenal terorisme sebagai bentuk kekerasan politik. Lebih jauh dari itu, kekerasan politik memiliki definisi sebagai penggunaan kekerasan yang dilakukan oleh sebuah kelompok atau negara dengan tujuan politik seperti dalam proses penciptaan hukum atau melanggengkan hukum sebuah rez proses penciptaan hukum atau melanggengkan hukum suatu rezim. Definisi semacam ini tentu membawa cakupan isu kekerasan politik menjadi sangat luas, tidak lagi terbatas pada isu terorisme dan ideologi radikal saja.

Kekerasan politik bisa terjadi akibat kegagalan pemerintah dalam mengelola kepentingan masyarakat multikultur yang kompetitif baik hubungannya dengan pemerintah maupun dengan kelompok masyarakat lainnya. Selain itu, kekerasan politik juga bisa terjadi karena gagalnya suatu kelompok masyarakat menginternalisasi nilai-nilai kompetisi yang lebih beradab dalam kehidupan politik.
 
Knjadi perhatian di siniekerasan politik yang menjadi perhatian di sini antara lain: pertama, kekerasan politik sebagai kekerasan politik sebagai sebuah instrumen. Maksudnya adalah ketika kekerasan menjadi cara sebuah kelompok untuk mencapai tujuan politik mereka. Kedua, kekerasan sebagai sebuah tujuan tujuan suatu kelompok untuk menciptakan teror dan kepatuhan rezim. Ketiga, kekerasan politik sebagai ekses ekses. Hal ini mengacu pada kekerasan politik sebagai efek samping yang timbul pada saat proses politik  proses politik sedang berlangsung, misalnya bentrok antar-pendukung kubu yang sedang berkompetisi dalam pemilihan umum.

Kekerasan politik dengan berbagai dimensi semacam ini telah membuat masyarakat hidup dalam teror dan menyuburkan budaya kekerasan sehingga menjadi tantangan bagi kehidupan demokrasi di tanah air.

Untuk memahami isu kekerasan politik, tantangannya bagi kehidupan demokrasi di Indonesia, dan apa yang pemerintah maupun masyarakat bisa lakukan untuk menangani isu ini, Institute of International Studies (IIS) UGM membuka peluang bagi mereka untuk mengkaji lebih jauh persoalan-persoalan yang berkaitan dengan kekerasan politik yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia, seperti Aceh, Poso, Bima, Ambon, Lampung, Papua, dan lain-lain. Karya tulis yang memenuhi syarat-syarat tulisan yang disebutkan di bawah ini akan dimuat di Multiversa – jurnal empat bulanan IIS.


Syarat-syarat Penulisan Artikel Jurnal
  1. Naskah tulisan merupakan hasil karya sendiri dan tidak pernah dipublikasikan sebelumnya.
  2. Tulisan menggunakan bahasa Indonesia yang baku atau sesuai dengan EYD.
  3. Tulisan harus memenuhi ketentuan teknis seperti yang disebutkan di bawah ini:
  • Ukuran kertas A4, spasi 1,5, font 12, dan Times New Roman
  • Jarak pengetikan dari samping kanan, kiri, atas, dan bawah masing-masing 2,5 cm
  • Judul tulisan menggunakan huruf besar dengan cetak tebal dan posisi di tengah
  • Alinea baru diketik menjorok ke dalam sebanyak 7-8 karakter (sekitar 1,25 cm)
  • Naskah diberi nomor halaman di pojok kanan bawah
  • Tulisan dibuat antara 3.000 sampai 5.000 kata – tidak termasuk abstrak 200 kata, daftar pustaka, dan lampiran (jika ada)
  • Daftar pustaka diketik 1 spasi
Tulisan dikirimkan paling lambat tanggal 15 April 2012 ke iis@ugm.ac.id dan di cc ke hardya.pranadipa@gmail.com
Copyright © 2011
Institute of International Studies
All Rights Reserved
10-05-2012
Aksi Hari Buruh Dan Refleksi..
Komentaris: Aksi Hari Buruh ... More>>
10-05-2012
Netralitas Dalam Aksi Kemanusiaan..
Komentaris: Netralitas dalam ... More>>
Poster_IPSC_web.jpg
03-05-2012
Memetakan Indonesia Sebagai..
Seminar: Memetakan Indonesia ... More>>