News
Memahami Peran Partisipasi Masyarakat Dalam Pembangunan Pasca Bencana
2012-02-20
Komentaris:
Memahami Peran Partisipasi Masyarakat dalam Pembangunan Pasca Bencana

Kegiatan penanggulangan bencana mencakup tindakan yang dilakukan tepat setelah bencana terjadi. Penanggulangan bencana menjadi upaya untuk mengembalikan kehidupan normal masyarakat terdampak sekaligus langkah persiapan untuk mengurangi dampak lebih lanjut dari bencana alam bagi masyarakat luas. Manajemen bencana yang efektif merupakan kombinasi dari regulasi pemerintah yang terencana dengan baik serta adanya ruang bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam menentukan kehidupan mereka pada masa pemulihan pasca bencana.

Dalam pidatonya pada “The 2011 Global Platform for Disaster Reduction” tahun 2011 lalu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan bahwa pemerintah tidak mampu mengimplementasikan program pengurangan resiko bencana tanpa melibatkan masyarakat secara nyata (UNISDR: Global Champion). Dengan demikian, regulasi pemerintah bukan satu-satunya hal yang menjamin keberhasilan manajemen bencana, namun juga keterlibatan masyarakat terdampak itu sendiri. Keterlibatan masyarakat dalam program rehabilitasi akan efektif untuk mempercepat pemulihan kehidupan mereka.

Prof. Stefano Tsukamoto, pengajar di Aoyama Gakuin University, dalam seminar yang diselenggarakan oleh Program on Humanitarian Action-Institute of International Studies UGM pada tanggal 18 Januari 2012 menyatakan bahwa terdapat empat alasan utama mengapa partisipasi masyarakat sangat diperlukan; efisiensi, efektivitas, cakupan, kesinambungan, dan kemandirian. Efisiensi terwujud ketika sumber-sumber daya yang ada dapat dimaksimalkan dalam waktu yang telah ditentukan untuk mencapai tujuan yang diharapkan.

Sedangkan efektivitas timbul ketika masyarakat memiliki peran besar dalam menentukan tujuan proyek sehingga mereka dapat berkontribusi untuk mencapainya dengan menggunakan pengetahuan dan kemampuan yang mereka miliki. Hal ini dapat dilihat ketika local wisdom masyarakat setempat berhasil digali dan dimanfaatkan sebagai aset utama mereka. Proses rehabilitasi di Hunian Sementara (Huntara) Gondang I, Wukirsari, Cangkringan, Sleman menunjukkan aplikasi prinsip-prinsip ini. Setelah erupsi Gunung Merapi pada akhir tahun 2010 lalu, masyarakat yang tidak bisa kembali ke tempat tinggalnya dipindahkan untuk sementara ke beberapa Huntara, salah satunya adalah Huntara Gondang I. Di tempat ini, masyarakat diarahkan untuk turut berkontribusi dalam berbagai program pembangunan. Efisiensi dan efektivitas program rehabilitasi terlihat dari program wisata yang dikelola masyarakat serta peningkatan perekonomian melalui perkebunan, peternakan, dan industri rumah tangga. Di kawasan tersebut, pembangunan ekonomi dititikfokuskan pada sumber-sumber daya alam yang berasal dari kawasan tempat tinggal penduduk setempat. Misalnya, mereka menanam tanaman stroberi dan jamur yang sesuai dengan daerah dataran tinggi di lereng Merapi serta mengintensifkan pengolahan produk makanan berupa bakpia yang berbahan dasar ketela.

Di samping  prinsip efisiensi dan efektivitas, partisipasi akan membuat cakupan pencapaian lebih luas dan memberikan keuntungan pembangunan yang lebih besar bagi lebih banyak orang dibanding proyek yang bersifat top-down yang cenderung terbatas, bahkan terkadang eksklusif. Partisipasi masyarakat lebih jauh lagi akan menghasilkan kesinambungan, dimana pada saat keberlanjutan sebuah program rehabilitasi pasca bencana cenderung bergantung pada dukungan dari luar, partisipasi akan mempertahankan dinamika program tersebut. Hal ini karena partisipasi akan mematahkan mentalitas ketergantungan serta meningkatkan kesadaran dan kepercayaan diri.

Pada kasus Huntara di Gondang I, terlihat bahwa kemandirian masyarakat juga dipupuk dalam membangun kembali kehidupannya. Di samping itu, pemulihan kehidupan ekonomi mereka pasca bencana juga ditunjang oleh keberadaan koperasi. Lembaga ini memberikan pendampingan berupa bantuan pengolahan produk dan pengemasan yang berdaya saing tinggi serta distribusi hasil olahan. Dengan demikian, kesinambungan program rehabilitasi di kawasan ini lebih terjamin dan cakupan pencapaiannya juga lebih luas.


Oktavi Andaresta
Research Assistant
Program on Humanitarian Action (POHA)
Institute of International Studies (IIS) UGM
Copyright © 2011
Institute of International Studies
All Rights Reserved
10-05-2012
Aksi Hari Buruh Dan Refleksi..
Komentaris: Aksi Hari Buruh ... More>>
10-05-2012
Netralitas Dalam Aksi Kemanusiaan..
Komentaris: Netralitas dalam ... More>>
Poster_IPSC_web.jpg
03-05-2012
Memetakan Indonesia Sebagai..
Seminar: Memetakan Indonesia ... More>>